Minggu, 30 Agustus 2015

Macam-macam ANGKET

PEMBAHASAN A. Macam-macam Angket atau Kuesioner Kuesioner atau angket dapat dibedakan atas jenis tergantung dari sudut pandangnya, menurut Suharsimi Arikunto (2006: 224) angket dibedakan atas: 1) Dipandang dari cara menjawab a. Kuesioner terbuka, yang memberi kesempatan kepada responden untuk menjawab dengan kalimat sendiri. b. Kuesioner tertutup yang sudah disediakan jawabannya sehingga responden tinggal memilih. 2) Dipandang dari jawaban yang diberikan a. Kuesioner langsung yaitu responden menjawab tentang dirinya. b. Kuesioner tidak langsung yaitu jika responden menjawab tentang responden. 3) Dipandang dari bentuknya a. Kuesioner pilihan ganda sama dengan kuesioner tertutup. b. Kuesioner lisan sama dengan kuesioner terbuka. c. Check list (Ö) yaitu sebuah daftar dan responden tinggal membutuhkan tanda check pada kolom yang sesuai. d. Rating scale (skala bertingkat) yaitu sebuah pertanyaan yang diikuti oleh kolom-kolom yang menunjukkan tingkatan-tingkatan, misalnya mulai dari sangat setuju sampai sangat tidak setuju. Menurut Walgito (1999:35-37)Kuesioner atau angket adalah metode pengumpulan data penelitian dengan menggunakan daftar pertanyaan yang harus dijawab oleh responden. Bentuknya angket dibedakan menjadi tiga yaitu angket tertutup, angket terbuka dan angket tertutup-terbuka. 1. Angket tertutup, merupakan angket yang menyediakan alternatif jawaban atas pertanyaan atau pernyataan yang diberikan, sehingga responden tidak mempunyai kebebasan untuk menjawab pertanyaan atau pernyataan di luar alternatif jawaban yang disediakan dalam angket tersebut. 2. Angket terbuka, merupakan angket yang tidak menyediakan jawaban atas pertanyaan atau pernyataan yang diberikan, sehingga responden mempunyai kebebasan untuk memberikan jawabannya. 3. Angket tertutup-terbuka, merupakan kombinasi dari angket tertutup dan angket terbuka. Sementara itu, angket masih dibedakan atas angket langsung dan angket tidak langsung.  Angket langsung, adalah angket yang langsung diberikan kepada responden untuk menjawab pertanyaan atau pernyataan tanpa melalui perantara.  Angket tidak langsung, adalah angket yang tidak langsung diberikan kepada responden untuk menjawab pertanyaan atau pernyataan tetapi melalui perantara. Menurut beberapa pendapat dari berbagai sumber, macam-macam kuesioner atau angket yaitu sebagai berikut: 1. Kuesioner tertutup yaitu setiap pertanyaan telah disertai sejumlah pilihan jawaban. Responden hanya memilih jawaban yang paling sesuai. 2. Kuesioner terbuka yaitu dimana tidak terdapat pilihan jawaban sehingga responden haru memformulasikan jawabannya sendiri. 3. Kuesioner kombinasi terbuka dan tertutup yaitu dimana pertanyaan tertutup kemudian disusul dengan pertanyaan terbuka. 4. Kuesioner semi terbuka yaitu pertanyaan yang jawabannya telah tersusun rapi, tetapi masih ada kemungkinan tambahan jawaban. Macam-macam Angket Menurut Para Ahli 1. Dilihat dari cara memberikannya, angket dapat dibedakan:  Angket langsung, yaitu bila angket itu langsung diberikan kepada responden yang ingin diselidiki . Jawaban diperoleh dari sumber pertama tanpa menggunakan perantara.  Angket tidak langsung, yaitu bila angket itu disampaiakan kepada orang lain angket diminta pendapat tentang pendapat atau keadaan orang lain. Jawaban angket itu diperoleh dengan melalui perantara, sehingga jawabannya tidak dari sumber pertama. 2. Dilihat dari strukturnya, angket dapat dibedakan menjadi :  Angket berstruktur, yaitu angket yang bersifat tegas, konkrit dengan pertanyaanpertanyaan yang terbatas dan menghendaki jawaban yang tegas dan terbatas pula.  Angket tak berstruktur, dipergunakan apabila konselor menginginkan uraian lengkap dari subyek tentang sesuatu hal, di mana diminta uraian yang terbuka dan panjang lebar. Disampaikan dengan mengajukan pertanyaan bebas. B. Pengambilan data angket dapat dilakukan secara : a) Pertanyaan langsung vs Pertanyaan tidak langsung perbedaan mendasar antara Pertanyaan Langsung dan Pertanyaan Tidak Langsung ialah terletak pada tingkat kejelasan suatu pertanyaan dalam mengungkap informasi khusus dari responden. Pertanyaan Langsung menanyakan informasi khusus secara langsung dengan tanpa basa-basi (direct), dimana jawaban diperoleh dari sumber pertama tanpa menggunakan perantara. Pertanyaan Tidak Langsung menanyakan informasi khusus secara tidak langsung (indirect), dimana Jawaban angket itu diperoleh dengan melalui perantara, sehingga jawabannya tidak dari sumber pertama. Contoh : -Pertanyaan Langsung: Apakah Saudara mengenal tersangka pembunuhan? -Pertanyaan Tidak Langsung: Bagaimana pendapat saudara terhadap pembunuhan yang dilakukan oleh budi? b) Pertanyaan Khusus v.s Pertanyaan Umum Pertanyaan Khusus menanyakan hal-hal yang khusus yang dibutuhkan oleh penulis. Sedang Pertanyaan Umum biasanya menanyakan informasi mengenai identitas dari koresponden. Lebih baik pertanyaan dimulai dari umum ke khusus. Contoh pertanyaan : -Pertanyaan Khusus: Apakah saudara mengenal sistem Kanban? -Pertanyaan Umum: Berapa umur anda? c) Pertanyaan Tentang Fakta v.s Pertanyaan Tentang Opini Pertanyaan tentang fakta yang menghendaki jawaban dari responden berupa fakta; sedang Pertanyaan tentang opini menghendaki jawaban yang bersifat opini. Demikian halnya dengan pertanyaan yang menanyakan opini belum tentu sepenuhnya menghasilkan jawaban yang mengekspresikan opini yang jujur. Hal ini terjadi karena responden mendistorsi opininya didasarkan pada adanya “tekanan sosial” untuk menyesuaikan diri dengan keinginan social dan lingkungannya. Contoh: -Pertanyaan Tentang Fakta: Majalah apa yang anda sukai? -Pertanyaan Tentang Opini: Mengapa saudara menyukai majalah Aneka? d) Pertanyaan dalam bentuk kalimat tanya v.s. Pertanyaan dalam bentuk kalimat pernyataan Pertanyaan dalam bentuk kalimat tanya memberikan pertanyaan langsung kepada responden dimana jawaban yang diperoleh dapat beraneka ragam; sedang pertanyaan dalam bentuk kalimat pernyataan menyediakan jawaban persetujuannya. Contoh: -Pertanyaan dalam bentuk kalimat tanya: Apakah saudara setuju dengan pemilihan rector secara langsung? -Pertanyaan dalam bentuk kalimat pernyataan: Pemilihan rector secara langsung akan dilaksanakan. Jawabannya: a. setuju b. tidak setuju. C. Kelebihan Dan Kekurangan Kuesioner atau angket  Kelebihan kuesioner sebagai berikut: a. Tidak memerlukan hadirnya peneliti. b. Dapat dibagikan secara serentak kepada responden. c. Dapat dijawab oleh responden menurut kecepatannya masing-masing menurut waktu senggang responden. d. Dapat dibuat anonim sehingga responden bebas, jujur dan tidak malu-malu menjawab. e. Dapat dibuat berstandar sehingga semua responden dapat diberi pertanyaan yang benar-benar sama. f. metode yang praktis, karena dapat dipergunakan untuk mengumpulkan data kepada sejumlah responden dalam jumlah yang banyak dan waktu yang singkat.  Kelemahan kuesioner adalah sebagai berikut: a. Responden sering tidak teliti dalam menjawab sehingga ada pertanyaan yang terlewati tidak terjawab, padahal sukar diulangi diberikan kembali padanya. b. Seringkali sukar dicari validitasnya c. Walaupun dibuat anonim, kadang-kadang responden sengaja memberikan jawaban yang tidak betul atau tidak jujur d. Angket yang dikirim lewat pos pengembaliannya sangat rendah, hanya sekitar 20%. Seringkali tidak dikembalikan tertutama jika dikirim lewat pos menurut penelitian e. Waktu pengembaliannya tidak sama-sama, bahkan kadang-kadang ada yang terlalu lama sehingga terlambat f. Karena tidak berhadapan langsung dengan responden, maka bila ada pertanyaan yang kurang jelas, responden tidak dapat mendapatkan keterangan lebih lanjut. g. Bersifat kaku, karena pertanyaan-pertanyaan dalam angket telah ditentukan, sehingga tidak dapat diubah sesuai dengan keadaan sekitar. DAFTAR PUSTAKA http://wahyuchaem.mywapblog.com/pengertian-dan-macam-macam-angket.xhtml http://blogmerko.blogspot.in/2012/12/makalah-metodologi-penelitian.html http://www.konsistensi.com/2013/04/angket-sebagai-teknik-pengumpulan-data.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar